Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Selasa, 14/02/2012 07:41

Make Up Seksi Untuk Hari Kasih Sayang

Gb
Untuk sebagian orang, Valentine adalah hari yang spesial. Terutama kaum hawa yang memiliki rencana menghabiskan waktu bersama pasangan. Siapkan make up yang tepat ya, agar tampil seksi.

Kuliner

Jumat, 10/02/2012 12:12

Diimbau Tak Berlebihan Makan Petai dan Jengkol!

Gb
Petai dan jengkol sering dipandang sebagai makanan kampung. Meski berbau menyengat, banyak orang menggemarinya. Seperti pangan lainnya, petai dan jengkol selain bermanfaat juga berbahaya jika dimakan berlebihan.

Pelajar

Sabtu, 11/02/2012 10:53

SMKN 2 Surabaya Persiapkan Jurusan 'Sepeda Motor'

Gb
SMKN 2 Surabaya yang sedang merintis jurusan mesin sepeda motor mendapat bantuan 2 unit bebek dan matic dari PT Astra Honda Motor. Diharapkan siswa tidak akan ketinggalan teknologi sepeda motor.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Info Promosi Travel

Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Selasa, 24/11/2009 14:04 WIB

3 Arca Temuan di Kediri Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit

Samsul Hadi - detikSurabaya



File detiksurabaya.com
Kediri - Dugaan 3 arca yang ditemukan di Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, merupakan peninggalan Kerajaan Kediri kuno mulai terbantahkan. Penelitian yang dilakukan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan justru menemukan bukti, ketiga benda cagar budaya tersebut sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit.

BP3 Trowulan melakukan penelitian dengan mengirimkan 2 orang arkeolognya, Selasa (24/11/2009). Hasilnya, sejumlah bukti menunjukkan jika 3 arca yang berwujud 2 jaladwara atau pancuran air berbentuk kepala naga serta 1 arca dewa tersebut sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit mulai ditemukan.

"Salah satunya ini, adanya temuan keramik yuan di sekitar arca. Ini tidak bisa terbantahkan, kalau keramik yuan itu adanya hanya pada saat jaman Kerajaan Majapahit," ungkap Kepala BP3 Trowulan Aris Sofiandi kepada wartawan di lokasi.

Guna memastikan asal muasan 3 arca temuan tersebut, BP3 Trowulan akan mengambil sampel batu bata yang turut ditemukan, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium.

"Dari batu bata bisa diketahui, apakah ini khas Kediri, Majapahit atau Kanjuruhan dan Singosari. Kami minta waktu seminggu dan hasilnya pasti akan kami umumkan," terang Aris.

Mengenai karakteristik 3 arca temuan, dipastikan merupakan peninggalan purbakala berbahan batu andesit luva, yang dapat diketahui dari ukuran kekerasannya. Untuk 2 arca jaladwara yang berwujud kepala naga memiliki ukuran tinggi 102 centimeter, lebar 47 centimeter dan tebal 103 centimeter.

Sementara 1 arca lainnya diduga merupakan Patung Dewa Wisnu dengan ukuran tinggi  71 centimeter, lebar 45 centimeter dan ketebalan 35 centimeter. Dugaan arca tersebuy merupakan Patung Dewa Wisnu diketahui berdasarkan sejumlah ciri-ciri, antara lain adanya binatang menyerupai garuda sebagai tunggangan, tangan kiri mengarah ke belakang dengan memegang semacam kerang, serta adanya selempang di bagian dada.

Mengenai dugaan jika dibalik temuan 3 arca tersebut terdapat pemandian kerajaan, Aris membenarkannya. Hal tersebut berdasarkan adanya arca jaladwara serta patung Dewa Wisnu. Kondisi serupa juga pernah ditemukan di Candi Belahan yang berada di Desa Wonosonyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, serta di Candi Jolotundo yang berlokasi di Kecamatan Trawas, Mojokerto.

"Kalau ada jaladwara dan patung Dewa Wisnu, hampir dapat dipastikan ini patirtan (pemandian). Apalagi di samping ini saya juga lihat adanya bentar (gapura) masuk yang dari bentuk fisiknya biasanya hanya ada di patirtan," paparnya.

(bdh/bdh)



Share

The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465