Berita Lain
-
Selasa, 14/02/2012 15:01 WIB
Pencurian Ratusan Telur Penyu di TNMB Digagalkan
-
Selasa, 14/02/2012 14:47 WIB
Pemburuan Kera yang Teror Sidoarjo Harus Libatkan Penembak Jitu
-
Selasa, 14/02/2012 14:19 WIB
Puluhan Orang Diserang Kera
Senjata Bius asal Jerman Disiapkan untuk Taklukkan Kera di Sidoarjo
-
Selasa, 14/02/2012 14:16 WIB
Puluhan Balita dan Anak-anak Diungsikan Imbas Sumur Berbau Belerang
-
Selasa, 14/02/2012 12:44 WIB
Mahasiswa Malang Bakar Kondom Kecam Valentine Day
Indeks Berita
Gaya Hidup
Selasa, 14/02/2012 07:41
Untuk sebagian orang, Valentine adalah hari yang spesial. Terutama kaum hawa yang memiliki rencana menghabiskan waktu bersama pasangan. Siapkan make up yang tepat ya, agar tampil seksi.
Make Up Seksi Untuk Hari Kasih Sayang
Kuliner
Jumat, 10/02/2012 12:12
Petai dan jengkol sering dipandang sebagai makanan kampung. Meski berbau menyengat, banyak orang menggemarinya. Seperti pangan lainnya, petai dan jengkol selain bermanfaat juga berbahaya jika dimakan berlebihan.
Diimbau Tak Berlebihan Makan Petai dan Jengkol!
Pelajar
Sabtu, 11/02/2012 10:53
SMKN 2 Surabaya yang sedang merintis jurusan mesin sepeda motor mendapat bantuan 2 unit bebek dan matic dari PT Astra Honda Motor. Diharapkan siswa tidak akan ketinggalan teknologi sepeda motor.
SMKN 2 Surabaya Persiapkan Jurusan 'Sepeda Motor'
Blog Surabaya
-
Pertama Kali Digelar Karapan Sapi Tanpa Kekerasan
Karapan Sapi sudah menjadi ikon budaya dari Pulau Madura. Sayangnya dalam karapan sapi itu tidak lepas dari penyiksaan kepada sapi yang dilombakan.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 1,411.000
-
Rp 601.000
Parikan
Sabtu, 07/05/2011 09:53
cak pan kathok'e bolong , pas tuku endok strali
cak pan kathok'e bolong , pas tuku endok strali
komisi delapan koyok wong lahong , pas ndok australi
(caklim)
Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Suroboyoan
» Thread Pilihan

Rabu, 18/01/2012 16:28 WIB
Duh, Nyari Tempat Parkir di Surabaya Sekarang Susahhhh
Posted : delila» Thread Terbaru
Selasa, 24/11/2009 14:04 WIB
File detiksurabaya.com
Kediri -
Dugaan 3 arca yang ditemukan di Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, merupakan peninggalan Kerajaan Kediri kuno mulai terbantahkan. Penelitian yang dilakukan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan justru menemukan bukti, ketiga benda cagar budaya tersebut sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit.
BP3 Trowulan melakukan penelitian dengan mengirimkan 2 orang arkeolognya, Selasa (24/11/2009). Hasilnya, sejumlah bukti menunjukkan jika 3 arca yang berwujud 2 jaladwara atau pancuran air berbentuk kepala naga serta 1 arca dewa tersebut sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit mulai ditemukan.
"Salah satunya ini, adanya temuan keramik yuan di sekitar arca. Ini tidak bisa terbantahkan, kalau keramik yuan itu adanya hanya pada saat jaman Kerajaan Majapahit," ungkap Kepala BP3 Trowulan Aris Sofiandi kepada wartawan di lokasi.
Guna memastikan asal muasan 3 arca temuan tersebut, BP3 Trowulan akan mengambil sampel batu bata yang turut ditemukan, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium.
"Dari batu bata bisa diketahui, apakah ini khas Kediri, Majapahit atau Kanjuruhan dan Singosari. Kami minta waktu seminggu dan hasilnya pasti akan kami umumkan," terang Aris.
Mengenai karakteristik 3 arca temuan, dipastikan merupakan peninggalan purbakala berbahan batu andesit luva, yang dapat diketahui dari ukuran kekerasannya. Untuk 2 arca jaladwara yang berwujud kepala naga memiliki ukuran tinggi 102 centimeter, lebar 47 centimeter dan tebal 103 centimeter.
Sementara 1 arca lainnya diduga merupakan Patung Dewa Wisnu dengan ukuran tinggi 71 centimeter, lebar 45 centimeter dan ketebalan 35 centimeter. Dugaan arca tersebuy merupakan Patung Dewa Wisnu diketahui berdasarkan sejumlah ciri-ciri, antara lain adanya binatang menyerupai garuda sebagai tunggangan, tangan kiri mengarah ke belakang dengan memegang semacam kerang, serta adanya selempang di bagian dada.
Mengenai dugaan jika dibalik temuan 3 arca tersebut terdapat pemandian kerajaan, Aris membenarkannya. Hal tersebut berdasarkan adanya arca jaladwara serta patung Dewa Wisnu. Kondisi serupa juga pernah ditemukan di Candi Belahan yang berada di Desa Wonosonyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, serta di Candi Jolotundo yang berlokasi di Kecamatan Trawas, Mojokerto.
"Kalau ada jaladwara dan patung Dewa Wisnu, hampir dapat dipastikan ini patirtan (pemandian). Apalagi di samping ini saya juga lihat adanya bentar (gapura) masuk yang dari bentuk fisiknya biasanya hanya ada di patirtan," paparnya.
(bdh/bdh)
3 Arca Temuan di Kediri Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit
Samsul Hadi - detikSurabaya
File detiksurabaya.com
BP3 Trowulan melakukan penelitian dengan mengirimkan 2 orang arkeolognya, Selasa (24/11/2009). Hasilnya, sejumlah bukti menunjukkan jika 3 arca yang berwujud 2 jaladwara atau pancuran air berbentuk kepala naga serta 1 arca dewa tersebut sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit mulai ditemukan.
"Salah satunya ini, adanya temuan keramik yuan di sekitar arca. Ini tidak bisa terbantahkan, kalau keramik yuan itu adanya hanya pada saat jaman Kerajaan Majapahit," ungkap Kepala BP3 Trowulan Aris Sofiandi kepada wartawan di lokasi.
Guna memastikan asal muasan 3 arca temuan tersebut, BP3 Trowulan akan mengambil sampel batu bata yang turut ditemukan, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium.
"Dari batu bata bisa diketahui, apakah ini khas Kediri, Majapahit atau Kanjuruhan dan Singosari. Kami minta waktu seminggu dan hasilnya pasti akan kami umumkan," terang Aris.
Mengenai karakteristik 3 arca temuan, dipastikan merupakan peninggalan purbakala berbahan batu andesit luva, yang dapat diketahui dari ukuran kekerasannya. Untuk 2 arca jaladwara yang berwujud kepala naga memiliki ukuran tinggi 102 centimeter, lebar 47 centimeter dan tebal 103 centimeter.
Sementara 1 arca lainnya diduga merupakan Patung Dewa Wisnu dengan ukuran tinggi 71 centimeter, lebar 45 centimeter dan ketebalan 35 centimeter. Dugaan arca tersebuy merupakan Patung Dewa Wisnu diketahui berdasarkan sejumlah ciri-ciri, antara lain adanya binatang menyerupai garuda sebagai tunggangan, tangan kiri mengarah ke belakang dengan memegang semacam kerang, serta adanya selempang di bagian dada.
Mengenai dugaan jika dibalik temuan 3 arca tersebut terdapat pemandian kerajaan, Aris membenarkannya. Hal tersebut berdasarkan adanya arca jaladwara serta patung Dewa Wisnu. Kondisi serupa juga pernah ditemukan di Candi Belahan yang berada di Desa Wonosonyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, serta di Candi Jolotundo yang berlokasi di Kecamatan Trawas, Mojokerto.
"Kalau ada jaladwara dan patung Dewa Wisnu, hampir dapat dipastikan ini patirtan (pemandian). Apalagi di samping ini saya juga lihat adanya bentar (gapura) masuk yang dari bentuk fisiknya biasanya hanya ada di patirtan," paparnya.
(bdh/bdh)
Baca Juga:
Berita Terpopuler
- Selasa, 14/02/2012 11:33 WIB
Cemburu, Seorang Homoseksual Habisi Nyawa 4 'Pacar' Sang Majikan - Selasa, 14/02/2012 10:43 WIB
Bupati Nyatakan Sidoarjo Siaga Serangan Kera - Selasa, 14/02/2012 14:47 WIB
Pemburuan Kera yang Teror Sidoarjo Harus Libatkan Penembak Jitu - Selasa, 14/02/2012 06:30 WIB
Hari Valentine, Sejumlah ABG di Kamar Hotel Terjaring Razia
Komentar Terpopuler
- Minggu, 12/02/2012 19:10 WIB
Usai Nonton Persebaya Vs Persema, Bonek Perang Batu Dengan Polisi - Kamis, 09/02/2012 07:25 WIB
Sumber Kencono Hantam Sedan, Satu Penumpang Tewas - Sabtu, 11/02/2012 15:45 WIB
Siswi SMP di Malang Jadi Korban Kebejatan 10 Pemuda - Sabtu, 11/02/2012 22:48 WIB
Pemain Tong Edan Jatuh dan Tewas Saat Atraksi di Lamongan
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465




Sending your message

---125x125.gif)
